Rabu, 16 November 2011

trauma fleksus brachialis


                                                                PEMBAHASAN

A.   Pengertian
      Fleksus brachialis adalah anyaman (latin : fleksus ) serat saraf yang berjalan dari tulang belakang C4-T1, kemudian melewati bagian leher dan ketiak, dan akhirnya keseluruh lengan ( atas dan bawah ). Serabut saraf akan didistribusikan kebeberapa bagian lengan. Jaringan saraf dibentuk oleh cervical yang bersambuangan dengan dada dan tulang belakang urat dan pengadaan di lengan dan bagian bahu. (dengan kata lain brakialis adalah jaringan saraf yang berasal dekat leher dan bahu, yang membentuk cabang-cabang saraf yang pergi ke lengan, lengan, dan tangan.)

B.   Trauma pada Fleksus Brachialis
      Proses kelahiran sangat dipengaruhi oleh kehamilan. Dalam  kehamilan yang tidak ada gangguan, diharapkan kelahiran bayi yang normal, di mana bayi dilahirkan cukup bulan, pengeluaran dengan tenaga ibu mengedan dengan cara tidak dipaksakan dan kontaraksi kandung ramin tanpa mengalami akfiksi yang berat maupun trauma lahir seperti trauma pada fleksus brachialis
Macam-macam plesksus brachialis yaitu :       
1.    Paralis wajah dan cedera pleksus brachialis
       Cedera pada wajah termasuk memar karena penggunaan forsep atau paralis wajah yang disebabkan oleh forsep maupun tekanan sakkrum ibu.
Tanda-tanda paralis wajah termasuk wajah asimetris. Salah satu mata mungkin tetap terbuka. Tindakan kebidanan dapat meliputi konsultasi penggunaan pelindung mata ( eye patch) dan tetesan mata untuk lubrikasi. Paralis ini bersifat sementara.
Cedera fleksus brachialis dapat terjadi saat prenatal atau selama proses kelahiran saat traksi digunakan di leher. Cedera tersebut dapat terjadi pada kelahiran persentasi bokong atau kelahiran yang diperberat distosia bahu. Bayi baru lahir yang mengalami cedera fleksus brachialis rewel dan merasa nyeri. Manifentasi cedera bergantung pada radiks saraf yang terkena dan derajat cedera. Radiks saraf dapat terkena adalah radiks saraf servikal C5 dan C6( paralis Erb-Duchenne ), radiks C8 dan T1 ( paralis Klumpke ), arau keduanya.
Tanda-tanda fisik paralisis Erb-Duchenne termasuk hilangnya pergerakan secara pada lengan yang terkena dengan aduksi pada bagian bawah lengan tersubut. Hal ini menyebabkan karakteristik tanda “tip pelayanan” (waiter's tip) yang ditandai dengan totasi iternal bagian bawah lengan dengan jari dan pergelangan tangan fleksi. Refles menggenggam tidak terganggu, tetapi reflex moro lemah pada sisi yang terkena.
Pada paralisis Klumpke, refles genggam hilang dan tangan bayi dalam postur seperti mencakar.
Cedera fleksus brachialis sering terjadi dan ditemukan pada hampir 1 dalam tersebut bIasanya terjadi setelah suatu persalinan yang sulit, namun kadangkala sesudah persalinan yang tampaknya mudah, bayi baru lahir dengan mengalami kelumpuhan. Paralisis Dukchenne atau Erb meliputi paralisis mulkulus deltoideus dan infraspinatus disamping lengan tanpak lemas dan tergantung disisi tubuh, dengan lengan bawah dalam keadaan ekstensi serta rotasi ke dalam. Fungsi jari-jari tangan biasanya tidak terganggu.
Lesi ini terjadi akibat regangan atau robekan pada radiks superior pleksus brachialis yang mudah mengalami tegangan ekstrim akibat tarikan kepala ke lateral, sehingga denag tajam memfleksikan pleksus tersebut kea rah salah satu bahu. Mengingat traksi dengan arah ini sering dilakukan untuk melahirkan bahu pada presentasi verteks yang normal, paralisis Erb dapat tejadi pada persalinan yang tampak mudah. Karena itu, dalam melakukan ekstraksi kedua bahu bayi, kita harus berhati-hati agar tidak melakukan flaksi lateral leher yang berlebihan. Yang paling sering terjadi, pada kasus dengan persentasi kepala, janin yang menderita paralisis ini memiliki ukuran khas abnormal yang besar, yaitu denga berat 4000 gram atau lebih.
Pada ekstraksi bokong, kita harus memberikan perhatian terutama untuk mencegah ekstensi kedua lengan lewat kepala. Lengan yang ektensi bukan saja memperlambat persalinan bokong namun juga meningkatkan resiko paralisis. Prognosis keadaan ini biasanya baik bial dilakukan fisioterapi segera dan tepat. Namun, demikian kadangkala terdapat kasus yag tidak berhasil diatasi denagn segalah tindakan dan lengan bayi mengalami paralisis permanen.
Yang lebih jarang terjadi, trauma terbatas pada nervus bagian distal dari pleksus brachialis yang menimbulkan paralisis tangan atau paralisis klumpke.
Penatalaksanaan kebidanan meliputi rujukan untuk membebat yang terkena dekat dengan tubuh dan konsultasi dengan tim pediatric. Orang tua harus dianjurkan untuk sebisa mungkin menghindari menyentuh ekstremitas yang tekena selama minggu pertama karena adanya nyeri. Orang tua dapat diyakinkan bahwa pada mayoritas kasus, paralisis hilang dalam 3-6 bulan, dengan perbaikan awal dibuktikan dalam beberapa minggu. Terapi ini bermanfaat setelah pembengkakan pertama berkurang.
Cedera pada radiks lebih tinggi, yaitu pada pleksus brachialis (C3-C5) dapat menyebabkan tanda gangguan pernapasan yang signifikan karena paralisis saraf frenikus dan gangguan diafragma. Bayi baru lahir yang mengalami tipe cedera saraf ini bernapas sangat dangkal dengan ekskursi pernapasan dan memerlukan dukungan pernapsan agresif saat lahir.  
 
2.    Paralisis fleksus brachialis
Timbul akibat tarikan kuat pada leher bayi, misal pada distosia bahu atau persalinan sunsang.
Kelainan ini terdiri atas :
a.    Paralisis Duchenne – Erb yaitu mengenai lengan atas dipersarafi cabang-cabang C5-C6,lengan dalam dengan ektensidan aduksi dengan refleks biseps dan refleks Moro negatif atau dengan pengertian lain adalah kelumpuan bagian tubuh yang disarafi oleh cabang-cabang C5 dan C6 dari fleksus brachialis.disini terdapat kelemahan untuk fleksi, abduksi, serta  memutar keluar, disertai hilangnya refleks biseps dan Moro. Jadi bayi diangkat maka lengan yang lumpuh akan tergantung lemas.
b.    Paralisis Klumpke, yaitu mengenai lengan bawah yang depersarafi cdabang-cabang C8-T1,sangat jarang ditemukan atau dengan kata lain kelumpuhan bagian-bagian tubuh yang disarafi oleh cabang C8-T1 dari fleksus brachialis. Disini terdapat kelemahan otot-otot freksor pergelangan tangan, sehingga bayi kehilangan refkes mengepal.
Kelainan ini timbul akibat tarikan yang kuat didaerah leher pada saat lahirnya bayi, sehingga terjadi kerusakan pada fleksus brachialis.
Hal ini ditemukan pada persalinan sunsang apabilah dilakukan traksiyang kuat dalam usaha melahirkan kepala bayi. Pada persalinan presentasi kepala, kelainan dapat terjadi pada janin pada bahu lebar.
Pengobatan ialah dengan imobilisasi lengan yang lumpuh dalam posisi lengan atas abduksi 90,siku fleksi 90disertai supinasi lengan bawah dan pergelangan tangan dalam ekstensi, selain 12 jam sehari, disertai massege dan latihan gerak. Atau penaggulangannya dengan jalan meletakkan lengan atas dalam posis abduksi 90 dan putaran keluar. Siku berada dalam fleksi 90 disertai supinasi lengan bawah dengan ektensi pergelangan dan telapak tangan menghadap kedepan. Penyembuhan biasanya setelah beberapa hari, kadang-kadang 3-6 bulan. Atau penyembuhan berpariasi antara 2 bulan sampai 2 tahun
3.    Brachialis palsi
a.    Pengertian
Kelumpuhan pada fleksus brachialis.
b.    Penyebab
1)    Tarikan lateral pada kepala dan leher pada waktu melahirkan bahu presentasi kepada
2)    Apabilah dengan entensi melewati kepala pada presentasi bokong atau terjadi tarikan yang berlebihan pada bahu
c.    Gejala
1)    Gangguan motorik lengan atas
2)    Lengan atas dalam kedudukan ekstansi dan abduksi
3)    Jika anak diangkat maka lengan akan lemas tergantung
4)    Refleks moro negatif
5)    Hiperekstensi dan fleksi pada jari-jari
6)    Refleks meraih dengan tangan tidak ada
7)    Paralisis dari lengan atas dan lengan bawah
“Gejala-gejala tersebut tergantung besar kecilnya kelumpuhan”




d.    Penatalaksanaan
1)Immobilisasi parsial dan penempatan lengan yang sesuai untuk mencegah terjadinya kontraktur
2)Beri penguat atau bidai selama 1-2 minggu pertama kehidupannya. Caranya : letakkan tamgan bayi yang lumpuh disamping kepalanya yaitu dengan memasang perban pada pergelangan tangan bayi kemudian dipanitikan dengan bantal atau seprei disamping kepalanya
3) Menganjurkan kepada orang tua agar tetap harus berhati hati dalam peregangan tangan maupun dalam memakaikan pakaian bayi untuk menghindari traksi lebih lanjut tentang lengan
4) lakukan tindak lanjut tiap bulan, dan jelaskan kepada ibu bahwa sebagian besar kasus palsi lengan dapat sembuh setelah umur 6-9 bulan. Apabila sudah umur 1 tahun gerakan lengan masih terbatas, kemungkinan kelainan tersebut akan berlangsung lebih lama.
                    
Beberapa pleksus brakialis cedera ringan  benar-benar akan pulih dalam beberapa minggu atau beberapa bulan. Tetapi pada brachialis yang parah waktu penyembuhanya lebih lama dan biasanya dilakukan terapi terapi tertentu atau dilakukan opersai bedah syaraf.

e.   Penyebab  
Ada banyak penyebab kemungkinan lesi pleksus brachialis. Trauma adalah penyebab yang paling sering, selain itu juga konpresi local seperti pada tumor ideopatik, radiasi, post operasi dan cedera pada lahir. .
                         
f.   Pemeriksaan Penunjang
                              Pemeriksaan radiografi
1.    Foto vetebra vertical untuk mengetahui apakah ada fraktur pada vertebra vertical
2.    Foto bahu untuk mengetahui apakah ada fraktur scapula, klavekula dan hemerus
3.      Foto thorak untuk melihat disosiasi skapulothorak serta tinggi diafragma pada kasus paralisa saraf phrenicus. 









Contoh gambar brachialis palsi.

          

              


                                                        
                                                            































































DAFTAR PUSTAKA

1)      Hasan R., Alatas H., Ilmu Kesehatan Anak, Bagian Ilmu Kesehatan Anak FK UI,        Jakarta, 1985 : 1069-1071.
2)      Wiknjosastro H., Perlukaan persalinan, dalam Ilmu Kebidanan, Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, Jakarta, 1997 : 716-722.
3)      Behrman R., Vaughan V., Trauma lahir, dalam Nelson- Ilmu Kesehatan Anak, Ed. XII, EGC, Jakarta, 1994 : 608-614.
4)      MNH-JHPIEGO, Buku Panduan manajemen Masalah Bayi Baru Lahir untuk Dokter, Bidan dan Perawat diRrumah Sakit, 2002-2005.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar